Rabu, 25 Agustus 2010

Hal yang Sangat

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu dan dia berdusta padamu. Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya. Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya. Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu. Saat kau mencintainya dengan tulus, tapi dia tidak mencintaimu. Saat dia yang kau sayangi, tiba-tiba memutuskan hubungannya denganmu.


Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan. Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu. Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu.

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu. Sebenarnya, hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu. Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan, sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berperilaku seperti dia. Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu, sebenarnya dia telah mengajarkan agar tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim atau mungkin saja dia tidak melihatmu.

Dan, saat dia tidak menjawab e-mailmu, sebenarnya dia telah mengajarkan untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya, katakan kalau kau belum bisa menjawabnya, jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu.

Saat kau mencintainya dengan tulus, tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba-tiba memutuskan hubungannya denganmu, sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menerima rencana-Nya. Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu, sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun.

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu, sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya. Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan, sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif dan santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan.

Begitu banyak hal tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan. Dan, betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai atau bahkan mungkin dicaci dan dihina.

Yang paling berharga adalah sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati dan jiwa serta melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berperilaku seperti itu.

***

Mungkin, Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterima aksih atas karunia yang telah mengajarkan sesuatu dalam hidupmu.

Sumber : Buku 'Surat dari Sang Maha Pencipta' oleh Vanny Chrisma W.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar